kerawanan hati..dalam sebuah elegi..
tanpa energi, tanpa simpati..menyeret pada sebuah nadi.. yang akan berhenti..
setengah hari mencoba mencari..esensi dari sebuah kata hati..
yang ingin mencari..dermaga hati untuk menyambung hidup di pagi hari..
mungkin perjalanan kali ini bisa memberi bukti..
bagaimana ketika kerawan hati itu kembali menghinggapi..makan sense kita akan mati..
aarrrggghhhh...ntah kenapa begitu berat kulewati..
ingin hinggap sejenak pada sang pujangga hati, namun terpaksa menarik diri karena ku telah hilang kendali..
namun kemudian di hari itu datang sebuah keajaiban
dimana tangan tuhan memberi sentuhan
ia menawarkan kecupan tanda kasih sayang.. namun ia tolak
ia masih berdiri terpatri tanpa tau harus kemana melanjutkan langkah..
ohhh.. nikmat mana lagi yang kau dustakan..
terseret di atas bara, terhempas kedalam lubang hitam tanpa daya..
tubuh hangat dan terkoyak itu mulai menggigil karena tak ada lagi suara..
hanya membisu, menyatu dengan bayu, meyeringai ketika serigala berlalu..
membuat ragu semakin menderu..menjadi satu dengan masa lalu
keluh kesah semakin mengerubung menjadi satu dengan suara suara tanpa baju..
melihat ke kanan menjadi abu, menengok ke kiri menjadi wajah tanpa rasa malu..
oh hidup.. semakin jauh kutelusuri semakin ambigu..
mulut bisu dan tubuh kaku sudah bukan lagi menjadi barang baru..
dan akhirnya dia ikut menyeru bersama sang guru yang kehilangan beludru..
diantara kegalauan hati yang semakin menjadi..
24 ferbuari 2011